Manusia menyebut makhluk buruk rupa sebagai penjelmaan kejahatan. Namun, sesungguhnya Sauer menganggap pengandaian manusia terhadap segala hal yang tidak rupawan amat konyol. Mereka, para manusia, membuat hukum atas segala sesuatu; terkait norma, cara pikir, bahkan hubungan di ranjang. Harus ada yang diatur. Harus sesuai hukum. Namun, pihak yang melanggar justru mereka yang gemar menggembar-gemborkan asas. Masih jelas dalam ingatan Sauer saat penyihir beramai-ramai mencoba membuka pintu dan berharap bisa memanggil Sauer beserta bangsanya; ingin menawarkan kepakatan kepada Raja Kaum Terkutuk sebab manusia ingin membantai sesamanya atas dasar kebenaran. Keinginan sekelompok penyihir terkabul dan sebagai balasannya Kaum Pembantai dilepaskan oleh Raja Kaum Terkutuk. Hanya saja Kaum Pembantai t

