Fiona tidak bisa menghentikan perasaan tidak nyaman yang mengglayut dalam dirinya. Meskipun monster telah hengkang dan keadaan kembali kondusif, dia masih bisa melihat jejak kegilaan; mayat monster dan manusia tergeletak di lantai, pecahan kaca yang terserak membaur dengan genangan darah, potongan tubuh, dan tangis. Walau ingin memejamkan mata dan berharap hanya mimpi buruk belaka, dia tahu bahwa momen tidak menyenangkan ini memang nyata. Valid. “Lady Noyes, Anda baik-baik saja?” Kekakuan. Fiona tidak bisa mengendalikan diri. Seluruh kata terkunci rapat dalam mulut. Satu-satunya yang dia syukuri hanyalah ketidakhadiran orangtuanya dalam pesta. Dia tidak sanggup membayangkan kemungkinan pasangan Noyes menjadi salah satu korban. Seseorang mengantarnya menjauh dari aula. Fiona tidak tahu g

