Bab 29 Bertahanlah! Kiana mengambil sebelah tangan sang mertua. Ia menggenggam tangan tersebut erat lalu mengusapnya. Kiana menegakkan sedikit pandangannya hingga pandanganya bersirobok dengan sang mertua. Melihat mata sembab sang mertua membuat hatinya terenyuh. Ia merasa bersalah karena sempat berpikir egois. Kiana mengulurkan tangannya mengusap sisa-sisa air mata yang membasahi pipi Mei. “Maafin Kia ya, Ma,” ucap Kiana menyesal. “Maafin Kia yang egois, Maaf Kia sudah membuat Mama menangis.” Mei menggelengkan kepalanya pelan. “Nggak, Sayang kamu gak salah. Kamu gak perlu minta maaf sama Mama.” Kiana memeluk Mei dengan sayang. Baginya Mei sudah seperti ibunya sendiri untuk itu Kiana sangat menjaga hati Mei dan tak ingin membuatnya sedih ataupun marah. “Mama tenang saja, Kiana akan b

