Rencana Bulan Madu

1006 Words

"Lembur? Ah i-iya itu emm, aku gak jadi lembur kak," kilah Rama. Kiana menghela nafas lega, ia begitu senang melihat kedatangan Rama saat ini. Kiana tersenyum tipis melihat Rama, ia lantas mengambilkan nasi serta lauk yang kemudian ia sodorkan kepada Rama. "Bagaimana rasanya, Ram?" tanya Mei menatap intens ke arah Rama yang sedang makan dengan lahap. Rama menelan makanannya sejenak lantas menoleh ke arah sang ibu. "Enak kok, Ma. Rama suka," jawab Rama jujur. "Tidak perlu diragukan lagi, menantu Mama memang paling the best," ucap Mei jumawa yang membuat Rama yang baru saja minum tersedak. "Hati-hati Kak." Kiana dengan sigap mengusap lembut punggung Rama bagian atas. "Lagian kamu kenapa sih Ram kayaknya kaget banget ya denger ucapan Mama," cibir Mei. "Ma … Sudahlah, gak enak sama besa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD