Sebuah Pelukan

1119 Words

"Kalau yang ini?" Mei kembali menunjukkan lingerie dengan model yang lebih sexy. Rama melotot melihatnya, ia meneguk silvanya susah payah membayangkan Kiana, istri kecilnya mengenakan pakaian tersebut. "Bagaimana Ram? Bagus tidak untuk Kiana?" ulang Mei. "B-bagus kok, Ma." "Baiklah, kita beli dua kalau begitu, Ki. Kamu harus pakai itu Ki, nanti malam biar Rama seneng." Seketika Kiana menegang mendengarnya, membayangkan saja sudah membuatnya ngeri apalagi mengenakannya di depan Rama, namun demi menyenangkan hati sang mertua Kiana menganggukkan kepala menuruti kemauan sang mertua. Setelah puas berbelanja Mei mengajak Kiana dan Rama pulang. Di sepanjang perjalanan Mei mengajak mengobrol sementara Rama hanya diam dan mendengarkan obrolan seru sang istri dan ibu. "Lama banget belanjanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD