Alarm Kiana berbunyi, ia meraih ponselnya lalu mematikan alarm. Ia terlonjat kaget kala melihat Rama tertidur pulas di sampingnya. "Hah kenapa dia bisa ada di sini! Tumben," batin Kiana heran, karena biasanya Rama memilih tidur di sofa. Kiana segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Aroma rose yang menyeruak menggoda indera penciuman Rama. Rama menerjap-nerjapkan mata. Ia melirik ke sisi ranjang. Rama menegakkan tubuhnya, ia bersandar di kepala ranjang. Ia masuk ke dalam kamar mandi begitu Kiana sudah keluar. Kiana terlihat sudah rapi mengenakan pakaian seragamnya, ia hendak merapikan handuknya namun tanpa sengaja kulitnya bergesekan dengan kulit Rama yang juga hendak meletakkan handuk di sana. "Panas sekali," batin Rama. "Kamu kenapa?" tanya Rama spontan. "Enggak kenapa-kenapa,

