“Siapa sih? ganggu saja,” desis Rama kesal. Rama membuka pintu, ia terkejut melihat sosok Tasya berdiri di depan kamarnya. Rama memasang wajah datarnya, menghela nafas sejenak sebelum ia membuka suara. “Ada apa, Sya?” tanya Rama dengan malas. “Ma-maaf aku ganggu ya?” ucap Tasya dengan wajah tak enaknya. Rama memutar bola matanya malas. “Ada apa? Bilang aja sih.” “Um itu boleh gak kalau aku pinjam laptop kamu? Laptop aku chargernya ketinggalan di kantor klienku sepertinya.” Rama terdiam sejak, ia menimbang-nimbang alasan apa yang tepat untuk memberitahu kepada Tasya jika ia tak bisa meminjamkan laptop miliknya kepada sang sepupu. “Bentar saja kok, Ram. Pliss,” ucap Tasya memohon. Mendengar permohonan Tasya Rama menjadi tak tega, tapi ia pun berat untuk meminjamkan laptopnya setelah

