Kiana mengangguk kecil lantas melemparkan sebuah senyuman. "Iya, Pak." Kiana duduk di bangku dekat pos satpam, ia duduk sembari berbalas pesan dengan teman-temannya. Tak lama kemudian pintu gerbang terlihat terbuka secara otomatis dan sebuah mobil masuk ke area pelataran. Kiana memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu berjalan menghampiri Hans yang baru saja keluar dari mobil tersebut. "Kak, Hans," panggil Kiana ketika Hans hendak masuk ke dalam rumah. Hans menoleh, suara itu adalah suara favoritnya ia langsung membalikkan badan dan mengembangkan sebuah senyuman. "Maaf, Non Kiana pasti sudah lama menunggu ya?" ucap Hans tak enak hati. Kiana menggelengkan kepalanya lemah. "Enggak kok, baru beberapa menit saja." Kiana berjalan masuk ke dalam mobil dan meminta Hans untuk segera mengantarn

