Makanan Ala Hotel Berbintang

1816 Words

Hari masih petang, suara rintik hujan yang berjatuhan membangunkan Kiana dari mimpi indahnya, Kiana mengusap-usap matanya agar terbuka sempurna. Diliriknya ke arah jam di dinding. “Masih jam setengah lima ternyata,” gumam Kiana pelan. Kiana bergerak pelan menyibak selimut dan menuruni ranjang. Ia berdiri sejenak untuk meregangkan otot-ototnya, di liriknya sang suami masih tertidur lelap. Ia lantas membenarkan selimut Rama sehingga tubuhnya tertutup sempurna. Kaki jenjang Kiana mulai melangkah kembali, kali ini ia membuka knop pintu kamar mandi perlahan. Ia mencuci muka dan menggosok gigi serta tak lupa menggulung rambutnya menjadi satu ke atas lalu ia ikat. Kaki mungil itu tak mau berhenti, ia kembali mengayunkan langkah keluar kamar menuruni anak tangga menuju dapur. Ia tersenyum lemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD