14. Kecewa

1169 Words

Lagi-lagi semilir angin malam mulai menerbangkan rambut panjang Nirmala yang masih menikmati hangat pelukan dr.Rey, air matanya telah berhenti mengalir. Namun ia masih enggan untuk melepaskan pelukannya dari dr.Rey, sesekali Nirmala juga mengendus aroma tubuh pria itu yang membuat Reymon melepaskan pelukan mereka. Nirmala sempat merengut kecewa ketika kenyamanan yang didapatkannya hilang, kedua mata besar gadis itu mendongak menatap Rey yang berdiri menjulang di hadapannya. Reymon mengulurkan sebelah tangannya, namun gadis itu hanya terdiam menatap uluran tangan dan wajah Rey bergantian tanpa ada niatan akan terbangun dari posisi duduknya di tanah. Awan kelabu telah menghiasi langit, membuat suasana pemakaman tidak cukup baik untuk dikunjungi pada malam hari. Sehembus angin lagi-lagi men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD