Setelah selesai memeriksa kondisinya, kini Nirmala keluar dari ruang periksa dengan sebuah senyum mengembang. Kedua pipinya tampak bersemu merah. Hampir saja ia melupakan keberadaan Reza yang sedari tadi menungguinya di luar. Dengan sikap Nirmala yang cuek, ia berlalu begitu saja di depan Reza tanpa memedulikan lelaki itu yang menatapnya bertanya-tanya karena perubahan ekspresi raut mukanya sejak bertemu dengan sosok dokter muda tadi. Namun yang pasti, dia dapat menyimpulkan satu hal; bahwa Nirmala tampaknya menyukai dokter tersebut. "Kamu menyukainya?" Tak menjawab, Nirmala semakin mempercepat langkah kakinya. Dia malas menanggapi orang yang berusaha mendekatinya, dari dulu, hingga sekarang. Bukan bermaksud sombong, hanya saja sudah cukup banyak lelaki yang ditolak Nirmala di sekolahny

