Perlahan sepasang mata cantik itupun terbuka. "Faiza sayang, bagaimana perasaanmu?" Tanya mama Faiza dengan nada khawatir. "Ma..ini di mana?" "Di rumah, tadi papanya Xuan yang membawamu kemari. Za...jangan paksa dirimu untuk ikut dalam penyelidikan kasus itu. Mama tak ingin kamu kenapa-kenapa" sambil menggenggam tangan Faiza erat. "Ma...iza sudah janji sama pak raya untuk membantunya. Kalau iza gak bantu berarti iza ingkar janji" "Tapi za...itu sangat berbahaya" "Ma..iza tahu jika mama sayang sama iza. Tapi...apa mama tega banyak anak gadis seperti iza yang hilang diculik dan berakhir dengan tubuh yang tanpa nyawa bahkan tak utuh? Maa...iza hanya ingin membantu jangan sampai ada korban lagi dan menangkap pelakunya" kata Faiza lemah. Ia masih ingat apa yang ia lihat terakhir kalinya,

