Bab 19

1173 Words

Bab. 19 Satu hari sudah berlalu, kehidupan Faiza bersama putranya dijalani seperti biasanya. Melakukan aktivitas di kafe, kampus dan sekolah spesial Zidan. Yien beberapa hari ijin tidak bisa masuk kesekolah untuk terapi psikologis. Walaupun penculikan itu tidak berdampak besar baginya secara fisik, tapi dia menjadi fobia darah. Setiap kali ia melihat darah, ia akan berteriak histeris. Ia ingat ketika ia mencoba menyelinap menyelamatkan diri, ia salah memasuki ruang di gedung tua itu. Yein mendapati beberapa mayat anak kecil seumuran dengannya terbelah perutnya dan usus terburai keluar, hati, jantung dan ginjal sudah tidak ada di tempat. Ada juga yang tinggal rongga dadanya saja, semua dalaman di perut bocah itu hilang semua. Ada juga matanya juga hilang. Melihat semua ini ia berteriak his

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD