94 | Map Hitam

1213 Words

Kalian tahu? Bahkan setelah semua yang Lusi ucapkan itu, Bara tetap bisu. Malah berdiri, dan langkahnya seperti akan meninggalkan Ilusi sendirian di sini. Sontak saja Lusi melempar bantal sofa, tepat jatuh di kaki Lahar Bara. Lusi cuma mau menghentikan pijakan suaminya, bukan ingin membuat lelaki itu merasa sakit kena lemparan barang. Tapi memang ketimpuk bantal bisa sakit? Napas Lusi berembus tajam. "Aku nggak lagi ngomong sama tembok, kan, Mas?" Langkah Bara memang sukses berhenti, tetapi tidak berbalik. Lusi menatap punggung tegap itu. "Mas mau balik ke Mbak Nona?" Pikiran Ilusi kacau balau. "Mas masih simpan barang-barang dia, bahkan semua buku favoritnya, dan Mas nggak kasih tahu aku kalau semua novel di kamar Mas itu bukan sengaja Mas beli buat diri sendiri, tapi punya Mbak N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD