Radio Rusak

1418 Words

Senja sudah menghilang, mentari pun sudah mulai naik dari peraduannya. Jarum jam menujukan pukul 10. 00 WIB. Langit terusik dengan suara telepon yang terus berdering. Padahal, hari ini Langit sengaja bangun lebih siang, karena ini adalah hari libur. Langit jadi sedikit uring-uringan. Siapa yang mengganggunya di jam segini? Telepon ini bukan berasal dari Bintang, karena Langit telah memasang dering yang berbeda, jika mendapat pesan chat atau telepon dari gadisnya itu. Perlahan Langit mulai membuka mata. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyeimbangkan cahaya yang masuk pada retinanya. Mata Langit yang tadinya menderip, seketika langsung terbuka lebar saat membaca nama radio ru-sak yang tertera di sana. Geram? Tentu saja. Ingin marah? Jelas. Tapi Langit tak mau cari masalah. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD