Bintang berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan Ferdhy. Ia menarik tubuhnya secara paksa, bergerak gelisah sambil mendorong tubuh Ferdhy dengan tenaga cukup extra. Ferdhy pun melepas pelukannya setelah merasakan dorongan kuat dari Bintang. Meski dalam benaknya, Ferdhy masih menginginkan pelukan hangat dari Bintang. Setelah tubuhnya terbebas dari pelukan Ferdhy, Bintang menghembuskan napas lega. Pasokan udara yang masuk melalui rongga hidungnya, terasa seperti aliran surga yang terendus di setiap tarikan napas. Sorot mata lembutnya beralih menatap Rika. "Tante, kejar Mas Iyan!" pinta Bintang pada wanita yang sudah dianggapnya seperti mama sendiri. Rika mengangguk lemah. Mimik sendu di wajah Bintang, membuat hati Rika terenyuh. Sakit, melihat tatapan nanar milik Bintang di balik Mata

