Efron masuk ke dalam rumah Leon dengan langkah lebar. Hatinya berkecamuk, dia merutuki segala kebodohannya. “Ini semua salahku,” gumam Efron. Dia pun melihat Lea – istri Leon yang sedang membantu untuk memberikan minyak angin untuk Elena. “Babe,” panggil lirih Efron di samping Elena. “Leon, apa yang sebenarnya terjadi?” Leon menghembuskan napasnya berat. “Efron, semoga saja ini tidak membuat mental Elena terganggu,” “Apa maksudmu, Leon?” Efron menatap nanar pada Leon. “Jangan menatap suamiku seperti itu, Efron. Ini bukan salahnya, tapi salahmu.” Serobot Lea yang tak terima suaminya di tatap tajam oleh Efron. “Maaf, aku sedang emosi, Lea.” “Dan harusnya kau berterimakasih pada ku dan Leon karena telah membantumu menemukan Elena.” “Sayang, sebaiknya kau beristirahat saja. Kau mulai

