jangan meremehkan ku.

537 Words
"ohhh,,,, jadi kamu yang namanya khadijah" ucap hani dengan senyum mengejeknya, berbeda dengan khadijah yang menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya. " gak usah sok cantik ya kamu, kita di sini mau buat perhitungan dengan kamu" jawab alya dengan raut wajah yang tidak suka. yuni dan rahma pun ikut bereaksi mendengar ucapan Alya kepada khadijah, "wah asyiiikkk nih ada yang mau ngitungin belanjaan kita , kalo gitu makasih banyak loh al" jawab rahma dengan entengnya, membuat yuni yang ada di sampingnya terkikik hingga membuat Alya geram, "siapa yang mau bayarin kamu, kita itu gak ada urusannya sama kalian berdua, kita hanya ada urusannya sama khadijah" ifa yang dari tadi hanya diam mengamati interaksi teman - temannya menjadi naik pitam. " oh jadi kalian kesini buat ngebully khadijah, ? maaf kalo itu keinginan kalian, kita akan tetep di sini karna khadijah temen kita, gak akan kita biarin kalian semua melakuin hal itu ke khadijah" ucap yuni dengan menunjuk mereka satu per satu. "udah ah malu dilihat yang lain ,mungkin mereka cuma mau ngomong aja sama aku, gpp aku bisa jaga diri kok." ucap khadijah dengan lembut sambil mengusap- usap lengan yuni, " ya gak bisa dong aku tu temen kamu djah, aku gak mau kamu jadi korban mereka" ucap rahma yang tidak kalah sengitnya dengan yuni, "kita cuma mau ngomong baik-baik aja yun, gak usah resek deh, kita cuma mau happy-happy aja sama khadijah" ucap nana dengan senyum mengejeknya. degg.... khadijah merasakan ada yang tidak beres dengan geng ini, Ia pun meminta kepada yuni dan rahma untuk meninggalkan nya sendiri walaupun mereka menolak tetap saja khadijah meminta dengan lembut sehingga mereka mau meninggalkan dia sendiri di kantin sekolah. nana yang berdiri dari tadi mengambil inisiatif untuk dedek di depan khadijah dengan angkuhnya,melipat tangannya di depan d**a serta menyilangkan kaki kanan nya bertumpuh pada kaki kirinya, khadijah pun duduk dengan tenang di hadapan mereka, " Ya robb lindungilah hamba dari mara bahaya yang akan menimpa hamba Ya robb" khadijah berdoa di dalam hatinya dan tetap menampilkan wajah yang tenang seperti tidak ada beban sedikitpun, membuat nana yang melihatnya menjadi jengah. "gue langsung aja, gue males ngeliat muka loh yang sok kecantikkan , emang lo pikir dengan lo sok kecantikan gitu buat Ahmad suka sama lo, gak usah mimpi deh lo" ucap nana dengan nada tinggi hingga menunjuk-tunjuk muka khadijah dengan jarinya. sedangkan temannya yang lain tersenyum mengejek sambil melipat tangan ke d**a "hhmm" khadijah menarik nafasnya serta melipat tangannya ke d**a, "saya tidak pernah merebut siapapun ataupun sok centil di hadapan Ahmad, saya dan Ahmad memang sudah berteman sejak kecil, jadi tidak ada salahnya kalo kami bercanda bahkan kami sering menghabiskan waktu bersama dulu waktu kecil" ucap khadijah dengan entengnya, Nana yang sudah geram mendengar ucapan khadijah menjadi semakin marah, dan berniat ingin memukul khadijah, tetapi di cegah oleh alya, "woyyyy kita tu di sini buat kasih tau ke elo bukan buat dengerin penjelasan lo, klo emang lo gak mau dengerin apa yang kita peringatkan elo jangan sampe menyesal karena kita bakal buat lebih dari yang elo bayangin" ucap Alya dengan menunjuk muka khadijah. tapi tidak membuatnya bergeming dengan teriakan Alya, sebaliknya khadijah malah bersikap santai menanggapi Alya yang naik pitam, malah sesekali khadijah tersenyum menanggapi nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD