Ramandaka panik saat melihat Sazana tergolek di dasar lift dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia bergegas menghambur dan berusaha menyadarkan gadis itu. Namun, kondisi Sazana yang lemah tidak memungkinkan ia untuk sadar secepat itu. Ramandaka saat itu langsung merebahkan Sazana di atas pangkuannya sembari menunggu listrik menyala atau seseorang menyelamatkan mereka. Lelaki itu teringat sesuatu, ia merogoh tas Sazana, mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membangunkan gadis yang masih belum sadar di atas pangkuannya. “Saz ... bangun, donk. Kenapa kamu pingsan gini? Bikin cemas aja.” Ramandaka menggerutu sembari tangan yang satu memegangi kepala Sazana dan lainnya masih merogoh tas gadis itu. Ia tak henti menggerutu sampai menemukan minyak angin roll on dari dalam tas Sazana, yang denga

