Ucapan Ramandaka sukses membuat Sazana tidak bisa tidur nyenyak. Ia tidak tahu alasan lelaki itu begitu getol mendekatinya bahkan meski ia menolak dan menghindar hingga sedemikian rupa. Padahal banyak gadis-gadis cantik dengan body goal, aras ayu, dan kasta setingkat dengannya di luar sana, tetapi Ramandaka tidak sama sekali tertarik. Pernah sebelumnya, kedua orang tuanya mengenalkan pada putri salah satu sahabat sang ibu. Ia tolak mentah-mentah terlebih setelah bertemu beberapa kali. Sampai-sampai sang ibu cemas kalau Ramandaka sukanya dengan yang ganteng juga, karena jarangnya dia berurusan dengan perempuan kecuali untuk masalah kerja dan tidak lebih. Satu lagi, ia selalu dekat dengan Pujo. Tidak bisa disalahkan, Ramandaka dan Pujo bersahabat sejak keduanya masih pakai popok, jadi jela

