Emosi Nana

1415 Words

Langit sore menua perlahan di atas bangunan panti asuhan Star. Cahaya oranye yang tersisa hanya menempel di jendela-jendela besar, seolah ikut menyaksikan kekacauan yang baru saja reda. Di halaman depan, beberapa polisi berdiri berjaga, menghalau warga sekitar yang penasaran dengan keributan yang baru saja terjadi. Dua mobil patroli masih menyalakan lampu rotator merah biru yang berputar pelan, menciptakan pantulan warna di dinding panti yang kini terasa dingin. Sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang. Dari dalamnya keluar Pak Rio, wajahnya tegang dan matanya liar mencari sesuatu, lebih tepatnya ia mencari Nana. Di belakangnya, Xhavier melangkah cepat, pandangan matanya tajam, tapi di balik ketenangan itu, dadanya berdebar hebat. “Apa yang terjadi?” seru Pak Rio segera pada salah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD