Markas the shadow angel itu malam ini terasa lebih hidup dari biasanya. Beberapa layar komputer di sudut ruangan masih menyala, menampilkan deretan kode, rekaman video, dan data hasil pelacakan. Udara dipenuhi aroma kopi dan dengungan mesin pendingin. Begitu pintu markas terbuka, semua kepala sontak menoleh. Tessa, Jack, dan Andy masuk dengan langkah cepat, wajah mereka menunjukkan campuran lelah dan tegang. Xhavier yang sedang duduk di kursinya segera berdiri. “Bagaimana?” tanyanya tanpa basa-basi. “Apa kalian menemukan sesuatu yang penting?” Tessa mengangguk sambil menurunkan ranselnya ke meja. “Kami menemukan lebih dari sekadar petunjuk,” ucapnya sambil menatap tajam ke arah Xhavier. Mereka bertiga pun bergabung duduk bersama yang lain, membentuk setengah lingkaran di ruang tengah.

