Sudah satu minggu ini Abel menjalani kuliahnya. Sehabis kuliah Abel hanya akan bertemu Ocha kemudian langsung pulang kerumah.
Dia tidak menghiraukan teman lelaki satu kelas ataupun kakak kelasnya. Karena bagi Abel laki - laki akan menambah masalah dalam hidupnya.
Selama Abel kuliah, ada seseorang yang selalu memperhatikan dan mendampingi dari pulang kuliah sampai kerumah. Namun Abel tidak tahu. Karena laki - laki itu akan muncul disaat yang tepat.
Pagi ini Abel berangkat kuliah dengan taksi karena mobilnya sedang masuk bengkel.
" Dengan mbak Abel ? Ke kampus UNIKOM ya mbak ? " Tanya supir taksi
" Iya pak. Jangan lewat jalan macet ya pak. " kata Abel
" Baik mbak. " jawab supir
Selama dalam taksi Abel membaca buku kuliahnya. Sehingga tak terasa taksinya sudah sampai di kampus. Kemudian dia langsung menuju kelasnya karena sepulu menit lagi kelasnya akan di mulai.
" Hai Bel. Tumben siang Nel. " Sapa salah satu teman sekelasnya. Dan Abel hanya tersenyum. Dan kelas sudah berlangsung dengan baik dan cepat karrna dosennya akan ada acara jadi dipersingkat.
Kemudian Abel keluar ruangan dan mengirim pesan Ocha.
Dan ternyata Ocha tidak masuk kuliah. Membuat Ocha kesepian dan harus ke kantin sendiri sambil menunggu kelas selanjutnya.
" Buk soto satu ya enggak usah pakai nasi, sama sayap. minumnya es jeruk. "
" Eh mbak Abel tumben sendiri mbak Ocha kemana ? " Tanya ibu kantin
" O ... Ocha enggak masuk kuliah buk. "
Saat Abel membaca bukunya dan sesekali memainkan handphone nya sambil menunggu pesanan makanannya datang. Tiba - tiba ada sosok laki - laki yang duduk di depannya satu bangku dengannya. Membuat Abel terkejut dan jengkel.
" Maaf ya mas, kok duduk di depan saya. Kan disana masih ada kursi ? "
" Ya maaf. Tapi saya ingin makan soto. " Jawab laki - laki itu tersenyum manis
" Mbak ini pesanannya, silahkan. Eh mas mau pesan apa ? " Kata bu kantin sambil menyodorkan makananan Abel dekat Abel
" Saya mau pesan kayak mbaknya aja. " Kata laki - laki itu membuat Abel yang mendengarnya semakin kesal. Kemudian Abel segera menyantap makanannya agar segera pergi dari kantin.
Saat Abel mau berdiri meninggalkan kursinya. Laki laki itu tiba tiba bersuara
" Maaf mbak, mbak saya mahasiwswa baru disini. Saya boleh minta bantuan mbak ? " Kata laki - laki itu. Kening Abel mengernyit.
" Minta tolong apa ? cepetan aku enggak ada waktu "kata Abel judes
" Em itu mbak saya jurusan TI. Sebentar lagi ada kuliah di ruangan D24. Dimana ya mb itu ? Biasanya sama temen tapi tadi saya di tinggal. "
" Huhft .... ada - ada saja. Ya udah kamu ikutin aku. Jarak jauh enggak usah deket - deket. " kata Abel
" Ya mbak Makasih mbak ? "