~UPIK~ Senin sore Tita sudah ada di depan kamarku. Semalam aku sudah tidak kuat menahan diri untuk tetap diam menunggu sampai benar-benar tenang baru menghubunginya. Bila dulu untuk mengungkapkan tentang perasaanku yang sebenarnya terhadap Rama butuh waktu sampai 13 tahun lamanya. Sementara sekarang, aku butuh tidak sampai tiga hari untuk mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan pada orang lain. “Aku belum gajian. Kamu balik ke Jakarta bayar sendiri,” ucapku setelah berpelukan dan bercipika cipiki dengan Tita. “Nggak perlu. Dani udah ngecover semua biaya tiket pesawat gue. Malah tiket PP, sekalian biaya makan gue selama di Surabaya.” “Kamu malakin Dani?” “Nggaklah. Dia malah yang minta gue buat datang ke Surabaya. Minta ijin langsung ke Damar pula.” “Suami kamu nggak keberatan?” “

