~DANIYAL~ “Apa yang membuat kamu kepikiran untuk ngelamar aku hari ini?” Gue menatap perempuan yang baru setengah jam lalu menerima lamaran gue. Dia mengernyitkan kening saat bukannya menjawab gue malah mengulurkan tangan di atas sandaran sofa bed dan mempersempit jarak di antara kami. “Waktu main golf bareng Papa, kami sempat mengobrol santai tapi serius soal hubungan kita,” jawab gue. “Terus?” “Yang intinya aku ditanya kapan mau melamar kamu.” “Papa kamu nanya kayak gitu?” tanyanya nggak percaya. “Iya. Dan kamu tahu karena siapa Papa tanya soal urusan pribadiku langsung ke aku?” Upik menggeleng ragu sambil menatap gue. “Siapa?” “Mama datang ke kantor Papa setelah pulang dari apartemenku. Kurang lebihnya setelah ketemu kamu di apartemenku pagi-pagi.” “Oh, waktu kamu sakit i

