66. Warisan Leluhur

2219 Words

~DANIYAL~  “Kamu yakin mau nginep di hotel?”  Gue yang tengah mengemudikan mobil menoleh ke bangku penumpang samping. Setelah mengantar Nyokap gue mengajak Upik keluar untuk mengobrol. Sebenarnya gue bisa aja ngajak Upik ngobrol di kamar gue karena gue sekamar sendirian, karena Bokap kembali ke Jakarta malam ini ikut penerbangan terakhir. Tapi Nyokap udah melarang gue duluan. Gue nurut aja daripada ribet urusannya.  “Iya, yakin. Aku udah pamit Amak dan Abak tadi.” “Maaf, ya. Mamaku ngerepotin banget.” “Kamu itu ngomong apa, sih, Dan? Mama kamu itu, kan, sebentar lagi jadi mama aku juga. Jadi aku sama sekali nggak ngerasa diribetin, kok.” “Makasih, ya. Kamu itu pengertian banget.” Gue sengaja mencari tempat enak untuk mengobrol sekaligus makan. Sumpah, tadi gue nggak napsu makan sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD