Emily terbangun dari tidurnya, tersentak dan langsung duduk mengambil posisi, meraba tubuhnya dan seketika bernapas lega begitu menyadari ia sudah mengenakan pakaian lengkap. Ellard tidak menyentuhnya sama sekali dan itu kabar baik buatnya. Meraba sisi tempat tidur, kosong. Artinya ia sendiri di kamarnya. Kemana dia? Batin Emily dan kembali membaringkan tubuhnya. Tak berapa lama kemudian ia mendengar gelak tawa renyah. Suara suami dan juga seorang wanita. Emily semakin menajamkan pendengaran tatkala terdengar langkah kaki yang mulai mendekat. “Rumah yang begitu sangat indah, aku tidak percaya aku bisa melihat dan bahkan sekarang masuk ke dalamnya,” Naura merasa takjub dan haru. Rumah impiannya kini berdiri kokoh. Ellard benar-benar mewujudkan keinginannya. “Ini adalah rumahmu, rumah k

