Ia dibangunkan oleh bisikan yang datang dari jauh. Saat membuka mata lalu mengedarkan pandangan ke sudut-sudut kamar, dan pada akhirnya matanya terkunci pada buku bersampul cokelat, ia melihat sehelai daun kekuningan tergeletak di atas buku itu. Alea, si perempuan yang menjadi sebatang pohon menagih janji Danendra. Ia mengulurkan tangan untuk meraih daun kekuningan itu. Setelah tergenggam tangannya, daun itu kemudian berubah menjadi serpih berkilauan yang kemudian bertiup ke telinga Danendra: aku menunggumu, anak muda, begitu suara yang ditangkap telinganya. Halus dan penuh permohonan. Pemuda itu menguap lebar. Sesuatu yang basah ia rasakan bercokol di atas dahinya. Danendra menarik benda itu dari sana: sebuah handuk kecil putih. Ia kemudian melemparkan handuk itu ke atas meja di sisi ba

