Leong masuk ke rumah dengan kegembiraan yang meliputi seluruh gerak-geriknya. Ia bersiul-siul riang sembari mengelus amplop yang ia selipkan di karet pinggang celana. Lelaki itu merebahkan diri di samping Manik. Tangannya masih setia menggenggam gundukan di balik pakaiannya. Banyak sekali, batin Leong. Berapa total semua uang ini? Ia membalik posisi tidurnya. Sekarang ia berhadap-hadapan dengan si istri. Baru pukul delapan, tetapi perempuan itu sudah lelap. Kalau tidur seperti itu, Manik tampak cantik. Kendati usia memakan kemudaan yang ia miliki. Kendati gelambir lemak tampak tebal di bagian lengan, paha, perut, dan p****t. Perempuan itu tetap cantik saat terpejam dan mendengkur seperti sekarang. Sebab jika mata itu terbuka, menatap kepadanya, hanya ada kemarahan di sana. Sedih dan murung

