Baru beberapa saat rasanya, ia jatuh tertidur. Dan ia bermimpi tentang hari itu, ketika ia pingsan saat upacara bendera lalu Bobi membopongnya ke ruang UKS. Dekapan tangan lelaki itu begitu kokoh dan nyata. Kepala gadis itu menempel ke d**a Bobi--bisa ia dengar irama jantungnya yang berdegup cepat. Alamanda menggeliat. Namun ia tak leluasa bergerak. Lama sekali ia berada dalam dekapan lelaki itu. Sepertinya Bobi sedang berjalan lebih jauh lagi dari ruang UKS. Kemana lelaki itu akan membawanya? Alamanda merasakan tubuhnya dijatuhkan dengan dengan sangat hati-hati di atas kasur yang empuk dan lembut. Ingin sekali ia membuka matanya. Namun semakin ia mencoba semakin ia kepayahan. Seseorang menyentuh tangannya, menggenggam jemarinya, menciuminya, lalu mengatakan, betapa ia sangat mencintainya

