Bukan (lagi) Gadis Bernilai Sepuluh

1066 Words

Alamanda terbangun oleh dengkur Bobi. Pemuda itu telentang di atas sofa. Lengan kanannya diangkat menutupi kedua matanya dari pendar lampu di langit-langit. Ia tidur dengan posisi kaki menyilang. Ia masih mengenakan jas dan bersepatu lengkap. Sempurna. Batin Alamanda. Ia tidak ingat kapan tepatnya lelakinya itu tumbuh begitu mengagumkan, yang semula adalah remaja kekanak-kanakan. Gadis itu menggerak-gerakan kaki. Seharian terbaring di atas tempat tidur membuat tubuhnya pegal-pegal. Ia memperhatikan jarum infus yang meneruskan cairan nutrisi ke tubuhnya. Sudah dua hari, pikir gadis itu. Jika terus-terusan diinfus, tubuhnya akan menggembung seperti ikan gabus. Alamanda mendesah kemudian ia turun dari tempat tidur, mendorong-dorong tiang infus. "Merepotkan saja," gumam Alamanda. Ia b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD