Alamanda mengambil sebuah pisau Swiss yang dipajang di dinding ruang tamu. Si anjing berbulu putih yang sedang berbaring di atas sofa bangun dan menggonggonginya. Gadis itu menatap galak si anjing, mengacungkan pisau ke arahnya. Hewan itu melongo oleh perlakuan Alamanda yang lain dari biasanya. Si gadis mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri dari ruang tamu. Saat melewati dua pengawal, ia mendekatkan pisau itu ke lehernya dan mengancam akan mengiris lehernya jika mereka berani mendekat. Tangannya gemetar. Ia melakukan semua itu sembari menangis. Keringat mengucur di dahi dan seluruh pori-pori kulitnya. Pada titik itu, barulah nyeri di telapak kakinya terasa nyata. Serpih tajam porselen itu masih menancap di sana. Barangkali tertancap semakin dalam sebab ia terus mengayunkan kaki, m

