"Kau dari mana?" sapa Manik yang saat itu sedang memetik pucuk bayam di pekarangan. Pagi-pagi sekali Danendra pulang ke rumah setelah semalaman menghilang. Ia memarkir motornya di dekat pohon bayam yang tumbuh setinggi dadanya. Setiap seminggu sekali sang ibu memotong pucuknya, sehingga tidak memberikan kesempatan untuk pohon itu menua dan memunculkan benih. Danendra tidak berani membalas tatapan sang ibu. Ia menggumam tak jelas dan buru-buru masuk ke rumah. Manik mendekati motor yang mesinnya masih mengeluarkan panas. Ia memeriksa kresek hitam yang dilupakan sang anak yang digantung di leher motor. Ia meremas permukaan kresek itu dan merasakan sesuatu yang keras dan empuk. Wanita paruh baya itu buru-buru melongok ke dalam isinya. Dan benar saja, dua onggok bangkai ayam hitam ia temuka

