Agnes duduk dengan tak nyaman di salah satu meja bersama dengan Lana. Netranya tak bisa teralihkan dari sosok tinggi yang tampak lebih tampan dari biasanya. Pria itu, sudah tampak baik-baik saja ketimbang waktu terakhir dia melihatnya. Agnes merasa lega, sekaligus tercubit hatinya. Lucas baik-baik saja, atau lebih tepatnya begitu pintar bersikap seolah semua baik-baik saja, entah. Tapi, seharusnya dia pun begitu. Agnes seketika membuang pandang begitu sosok yang dia lihat menoleh dan nyaris saja aksi memperhatikan laki-laki itu dalam diam terpergok. Gadis tersebut melarikan tangannya ke pangkuan, memilin ujung kain dari gaunnya dengan napas yang kian tak teratur. Sementara, dari ujung matanya harap-harap cemas hatinya merasa, takut bahwa Lucas berpikir dirinya sedang memperhatikannya. "

