89. Aku Harap, Kamu Tidak Bahagia

2335 Words

"Saya Fiona, manajernya Pevita." Gara ingat dengan jelas percakapan telepon kemarin. Percakapan yang membuatnya semakin rendah diri dan ingin berhenti, tidak ingin lebih lanjut memaksakan diri untuk terus bersama Pevita dan saling menghalangi langkah. "Ya, ada apa menghubungi saya?" tanya Gara, seraya celingukan mencari sosok Pevita yang sepertinya keluar beberapa saat lalu. "Sebelumnya, saya mendengar kamu mengalami kecelakaan sepulang syuting dari desa?" tanya Fiona di seberang sana. "Kabarnya sudah menyebar di antara para staff, kru, dan yang lainnya." Gara diam. Dia tahu. Mungkin entah Agnes atau siapa telah menghubungi Intan, memberitahu perihal kejadian ini, dan jelas saja gadis itu tidak akan diam saja. Gara sudah bekerja pula demi berlangsungnya syuting dengan lancar, sehingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD