101. Zurich, Surga Dunia

1581 Words

Setelah melakukan penerbangan sekitar kurang lebih dua puluh jam, akhirnya Pevita, Evelyn, dan salah satu asisten rumah tangga kepercayaan Evelyn, Bi Meida yang biasa disapai Bi Mei, mendarat di Bandar Udara Zurich. Suhu rendah di penghujung musim dingin di Zurich seketika menyapa. Membuat mereka mengeratkan mantel agar terlindung dari udara dingin yang cukup menusuk bagi mereka yang terbiasa tinggal di tempat yang cukup panas seperti Jakarta. Setidaknya mereka datang pada pertengahan bulan Maret, di mana suhu udara tidak sedingin bulan-bulan sebelumnya sebab musim dingin akan segera berlalu beberapa lama lagi. Akhir bulan nanti, bunga-bunga akan mulai bermekaran di bawah langit musim semi yang diidam-idamkan. Salju di lereng-lereng gunung yang tersisa akan benar-benar melebur. Dan tempa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD