71. Ciuman Mata

1664 Words

"Kamu bermain piano dengan baik." Pelangi bergumam pelan, seraya tangannya memegang gelas di pangkuan. "Aku iri. Orang-orang bisa melihat birunya langit, melihat cantiknya senja, dan melihat ... kamu." Irham mengelap tangannya dengan sebuah kain di atas piano yang barusan dia mainkan. Pemuda itu lalu memutar tubuhnya sembilan puluh derajat hingga dia menghadap langsung pada gadis bersurai cokelat di atas kursi roda. "Kamu tidak bisa melihat wajah aku, tapi kamu bisa merasakannya," lirih dan rendah Irham berucap. Tangan pria itu menarik salah satu tangan Pelangi, menggenggamnya lembut dan dia arahkan ke wajahnya. Sementara tangan lainnya yang bebas membantu Pelangi meletakkan gelas minumnya di meja. "Lihat. Kamu masih punya tangan yang berfungsi, yang memungkinkan kamu bisa merasakan aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD