Deny menekan kuat bibir Mela, membuatnya setengah terbuka dan dengan liar lidahnya memasuki mulut Mela. Menarik lidah itu lalu menari-nari didalamnya hingga dapat mencium aroma kemangi yang menguap. “Lepaskan aku!” Mela mendorong kasar Deny dan membuatnya terhuyung-huyung kebelakang. Ia menghentikan ciuman itu ketika Deny berhasil membangkitkan hasratnya untuk terlena dalam ciuman Deny yang menghanyutkan. Ia tahu Deny mengetahui dirinya menginginkan ciuman dan sentuhan itu lagi, tapi ia terlalu takut pada Leon. Ia takut Leon mengetahui aksinya lalu berakhir dengan kematian. Dan menghentikan hasratnya untuk terlena adalah solusi yang terbaik. Mela menyeka bibirnya, mencoba menormalkan deru nafasnya begitu juga dengan desir darahnya yang kini perlahan kembali semula. “Hentikan perbuatan

