Berita mengenai penemuan kaki mayat yang berjarak satu jam menuju Pulau X memang tidak terlalu membuat heboh kantor polisi terutama pada bagian Bareskrim. Bagi beberapa nelayan penemuan mayat di lautan adalah hal wajar terutama mayat tersebut tewas karena sakit saat berada di lautan dan mayatnya memang di buang ke laut atau disebut melarung jenazah. Namun Bimo tidak melewatkan mayat itu setelah melihat tato kupu-kupu di bagian betis bawah, karena beberapa minggu yang lalu ia menerima laporan berita tentang orang hilang dengan ciri yang sama pada kaki mayat tersebut. Dengan terpaksa Bimo meminta pada Jeremy dan Baskara untuk kembali ke markas beserta potongan kaki yang sudah di bungkus dengan plastik dan menumpang pada kapal nelayan yang berpapasan dengan mereka. Karena tak ingin gagal m

