"Dimana ya?" Hendi mengeluarkan dan memastikan barang bukti dari kotak untuk ketiga kalinya namun hasilnya sama seperti tadi. "Perasaan sudah taruh semua di sini..apa aku lupa menaruhnya?" Gumamnya, memeriksa barang bukti itu satu persatu serta membacanya dengan teliti nama barang bukti yang menempel di kemasan plastik. "Bapak memanggil saya?" Ferry datang mengetuk pintu yang sejak tadi terbuka lebar. Ia melihat Hendi menoleh ke arahnya sebentar lalu mengangguk meski tidak menghentikan gerak tangannya yang memeriksa barang-barang bukti itu. "Apa kamu sudah memberikan flashdisk hasil rekaman CCTV itu dan menaruhnya di sini?" Hendi memastikan ingatannya. Walau usianya empat bulan lagi memasuki pensiun, namun ia yakin dengan ingatannya yang masih tajam seperti beberapa puluh tahun yang lalu

