Pasrah

2105 Words

"Kenapa kita ditugasin di tengah hutan kayak gini sih? Kalau bayarannya gak dua kali lipat males gue ambil nih job." Ujar seorang pria muda begitu memasuki ruang penyimpanan makanan.  Pria bertubuh tambun yang menjadi lawan bicara menghela nafas panjang dan menggeleng. "Yah mau di apain lagi, Ko. Kita cuma waiters serabutan yang di pake cuma di acara tertentu aja, jadi dimanapun dikasih job kita gak boleh nolak." Sahutnya, mengambil beberapa piring ceper dan memasukkan pada sebuah lori. "Acaranya terlalu mendadak, Bang. Baru gue nemuin acara pernikahan yang mendadak kayak gini." Sahut pria yang paling muda. Tangannya meraih beberapa dus berisi cheese cake yang sudah dipotong kecil-kecil dan membukanya. "He eh. Penganten cowoknya yang punya rumah ini, Ri. Dia punya penginapan juga, pokok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD