AZKARANI 5

841 Words

Azka kini sudah duduk tenang di ruang kepala sekolah, sedangkan Dhito sudah di obati oleh petugas UKS. Adiguna-ayahnya seorang ketua yayasan di cyber school. Azka hanya memasang wajah tenang tanpa masalah sedikitpun, sedangkan Adiguna sudah seperti singa kelaparan yang sudah siap melahap Azka kapan saja. "Azka Azka, sampai kapan kamu dan Arka mau membuat masalah," Ayahnya menggelengkan kepala pelan, Azka hanya diam, jemarinya mengetuk pada pinggir kursi yang sudah ia duduki. Azka tidak terlalu meperdulikan celotehan ayahnya. Menurut Azka yang menghabisi adalah dia yang tersalah, padahal tindak laku itu tidak akan terjadi jika tidak ada yang memulai. "Mau jadi apa kamu nanti?" Adiguna lagi-lagi menggeleng, kedua tangannya mengusap wajahnya kasar. Azka masih dian, Adiguna kini sudah be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD