Di saat gue mulai baper, gue langsung ingat kalau hubungan ini hanya sebatas permainan Rani menggigit ujung pulpennya, lamunannya terbang melayang mengingat moment-nya bersama Azka. Entah kenapa, Rani merasa Azka yang ia kenali jauh berbeda dengan Azka yang sering kedua sahabatnya ceritakan. Mata Rani menatap kosong ke arah papan tulis, tidak peduli dengan suara keras bu Metta guru matematika terkejam sudah mendominasi kelas saat menjelaskan pelajaran, melihat dia menjelaskan saja sudah membuat semua murid jantungan, apalagi saat marah. Maka, penghapus yang akan menjadi saksi amarahnya. "RANI!" Pekik bu Metta, matanya melotot dan penghapusnya sudah bekerja melayang ke arah Rani, untung saja lemparannya meleset sehingga mengenai kepala Jojo, laki-laki yang memiliki pikiran kotor dan dudu

