karena miskin aku tidak di hargai orang, kadang aku merasa bahwa takdir tidak adil, kenapa yang lain bisa hidup enak sedang kan aku sangat susah.
tia kenapa kamu tidak ikut bikin tugas, tanya stela
'' sebener nya kemarin aku sudah kerumah rina stel.
terus kenapa rina bilang dia yang bikin tugas sendiri, tanya stela
kemarin pas kita mau bikin tugas rina di ajak pergi sama tetangga nya.
terus?'' tanya stela
rina bilang mau di kerjakan malam, aku sudah bilang kalau malam aku tidak berani kerumah nya, rina bilang tidak apa apa nanti rina mau bilang kalau itu kita yang bikin, jelas ku panjang lebar
terus kamu juga ikut patungan beli kertas katon nya kan tia?'' tanya stela
tidak stel ibuk ku lagi tidak ada uang, tapi aku sudah bilang sama rina, kata rina tidak apa apa pake uang dia dulu toh cuma seribu begitu kata rina stela, jawab ku sedih
bener bener keterlaluan tuh si rina, ngomong nya saja manis tidak tau nya menusuk teman sendiri, aku tidak menyangka kalau rina bisa setega itu, omel stela
sudah lah stela semua sudah terjadi, anggap saja aku lupa mengerjakan tugas, kata ku dengan tersenyum agar stela tidak terbawa emosi.
sejak kejadian belajar kelompok itu aku tidak pernah percaya teman lagi, aku cuman di manfaat kan sama teman teman karena aku lemah dan tidak mampu.
aku tidak pernah bermain sama teman teman lagi, lebih baik aku menjauh dari pada di buat kecewa, dengan harapan palsu nya.
di rumah tidak punya teman selain adik adik dan mas anto.
di sekolah tidak punya teman, teman pun semua palsu baik kalu ada mau nya saja.
karena itu lah aku selalu ber angan angan, kapan aku besar kapan aku bisa cari uang sendiri agar bisa beli baju baru agar tidak di hina orang lagi.
apa pun yang aku lakukan selalu salah di mata teman teman, apakah aku tidak pantas di jadi kan teman?'' apakah aku merugikan kalian?''jika aku di antara kalian, apa aku pernah minta sesuatu sama kalian?'', batin ku dalam hati merasa penuh kecewa.
setiap hari nya di rumah aku selalu membantu ibuk memasak bersih bersih rumah.
ibuk kalu pagi sudah pergi bekerja, buat beli beras dan membayar hutang bapak.
aku ingin sekali mambantu keuangan ibuk, melunasi hutang bapak tapi bagai mana cara nya, aku sendiri saja masih sekolah.
semua itu selalu terlintas di benak ku, aku selalu menantikan kapan aku lulus sekolah, jika aku sudah lulus nanti aku juga mau kerja seperti mbak mia, aku tidak mau melanjut kan smp.
ibuk pun pasti tidak mampu membiayai nya, karena hidup kita pun masih pas pasan, pasti ibuk juga tidak punya tabungan.
uang hasil kerja mbak mia juga buat bayar sekolah adik adik nya
.
.
.
.
.