Raffa mengetuk meja kerjanya dengan jari telunjuknya beberapa kali. Bayangan Arini saat menangis kemarin masih terbayang di wajahnya. Sayang, itu bukan tempatnya untuk ikut campur dalam hal rumah tangganya. "Selamat pagi, Bos." Ucap Fahri asistennya. Raffa memberi kode agar Fahri semakin mendekat kepadanya. "Ada apa?" Tanya Raffa. "Bos, ada tas ketinggalan di mobil. Saya kira punya Elis, ternyata bukan. Dan saya pikir milik...." Fahri tak melanjutkan ucapannya. "Kamu pikir punya pacar saya?" Tanya Raffa. Fahri mengangguk. Karena apa? Sebelumnya dia tak pernah melihat Bosnya itu bersama perempuan. "Repot saya jelasinnya. Tapi, bukan pacar saya. Kamu tahu sendiri kan? Mana mau saya pacaran." Ucap Raffa. Lelaki itu masih saja terlihat bingung. Pikirannya masih terbayang akan sosok Ar

