Siska pindah ke Jakarta

1166 Words
Waktu terus berlalu Siska mulai merasa bosan dengan kehidupannya di Singapore ibunya tak pernah punya waktu untuknya dan ia juga merasa kesepian tidak ada Mike yang seperti biasa bisa menghiburnya disaat ia sedih bagi nya Bryan saja tidak cukup untuk menyemangati dirinya. Siska memutuskan untuk pindah ke Jakarta ikut dengan Papanya ia memutuskan untuk tinggal bersama papa nya di Jakarta dan ia berjanji akan kembali ke Singapore jika Mike sudah kembali ke Singapore juga. Siska pun menghubungi papa nya untuk mengatakan ia akan tinggal bersama Papanya di rumah. “ Halo pa “ sapa Siska ketika papanya menerima telpon darinya. “ Halo Siska ada apa nak ? “ jawab sang Papa. “ Pa Siska mau pindah ke Jakarta saja naik kelas nanti, Siska mau tinggal sama papa “ ucap Siska “ Ya udah Siska pulang lah kan papa sudah sering suruh kamu tinggal sama papa saja , papa tau kamu pasti bosan ikut Mama mu itu “ ucap Papa nya “ Pa gak usah bawa-bawa Mama intinya Siska mau tinggal di rumah papa dan istri papa tidak boleh mencampuri urusan Siska “ ucap Siska “ ya sudah nak tinggal lah sama papa lagian Mama Herna gak akan mengganggu urusan kamu kok sayang “ ucap Papa nya “ Ya udah terima kasih pa “ ucap Siska “ Kapan kamu mau pulang memang nya Siska ? “ Tanya sang Papa “ tanggal pastinya belum tau pa, ya udah pa Siska mau tutup dulu ya telpon nya Siska mau  pergi sama teman “ ucap Siska “ Ya udah Siska “ ucap Sang papa lalu menutup telponnya. Setelah menutup telpon dengan Papa nya Siska pun mencoba mengirimkan kepada Mike ia takut jika ia  akan mengganggu Jam tidur Mike karena sudah pasti di Amerika sudah jam malam saat ini. “ Mike.. Sudah tidur ? “ Isi pesan chat Siska. Ia menunggu balasan dari Mike. Tak lama kemudian Mike membalas pesan Siska.  “ Haiada apa sayang ? kangen ya ? “ Goda Mike di pesan itu.  “ kepedean kamu “  balas Siska “ Hahahhaha… lalu ada apa ? “ Tanya Mike lagi. “ Mike aku mau bilang sama kamu kalau aku akan pindah ke Jakarta aku mau lanjutkan sekolah aku di Jakarta saja “  balas Siska “ What? Pindah ke Jakarta ?´ Tanya Mike yang terkejut mendengar perkataan Siska. “ Iya Mike aku mau tinggal sama Papa aku “  balas Siska “ Hmmm…kenapa Sis ? apa kamu ribut sama Mama atau Daddy ? “ Tanya Mike penasaran “ Ngga Mike bukan itu tapi aku mulai bosan aja di sini ga sama kamu,aku janji nanti setelah kamu balik ke sini aku juga balik kok  Mike “  balas Siska “ Hmmm…ya udah kalau itu keputusan kamu aku tetap support tetap kabarin aku ya selama di Jakarta dan tetap jaga diri “  balas Mike “ Iya Mike terima kasih ya… ya udah kamu tidur ya “ balas Siska “ Iya aku tidur kamu jaga kesehatan ya “ jawab Mike “ Iya Mike Muachhh “  balas Siska. “ Anak ini benar-benar ya “  Umpat Mike ia tak lagi membalas pesan Siska Mike tersenyum dengan kelakuan Siska yang tiba-tiba memberikan online kiss untuk nya begitu juga dengan Siska yang tersenyum dengan keberaniannya kepada Mike. Siska pun pergi ke rumah Daddy nya untuk membahas kepindahan nya ke Jakarta awal nya Mama dan Daddy nya tidak setuju Namun Siska berkeras untuk tetap mau pindah ke Jakarta sampai pada akhirnya Mama dan Daddy nya menyerah sama keras kepalanya Siska dan akhirnya Siska pun di setujui pindah ke Jakarta. Mama Siska mengurus semua surat yang di butuhkan untuk pindah sekolah nya Siska. Sementara itu Siska mulai mencari nama sekolah yang ingin ia daftar nantinya. Karena kepindahan nya ke Jakarta ia dan Bryan harus putus karena mereka sama-sama tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh. Siska pun menemui Bryan untuk memberi tahu perihal kepindahannya. Di coffee shop “ Bryan aku harus pindah ke Jakarta, aku akan tinggal sama Papa ku disana “ucap Siska  “ Kenapa tiba-tiba begini Siska ? “ tanya Bryan “ Iya Bryan aku harus ikut papa aku “ ucap Siska “ Hmmm…gimana dengan kita Siska ? “Tanya Bryan dengan wajah sedih “ Bryan jujur aku tidak bisa jalani hubungan jarak jauh “ ucap Siska “ Siska aku juga bukan orang yang bisa jalani hubungan jarak jauh “ucap Bryan “ Hmmm… Bryan maafin aku harus ninggalin kamu di sini… aku benar-benar mencintaimu Bryan tapi aku juga ga bisa lagi di sini untuk saat ini aku berharap kita bisa tetap jadi teman Bryan “ ucap Siska menahan air mata. “ Siska… “ Lirih Bryan sambil memeluk Siska air mata nya pun jatuh. “ Siska I will really miss you Sis…hiks…hiks… “ ucap Bryan disela tangisnya “ Hiks…hikss.. Bryan I will miss you too bey.. aku harap kamu bisa temuin pasangan yang lebih baik dari aku “ ucap Siska. “ Hmmm… Susah buat aku untuk lupain kamu Sis, semoga kamu bisa menemukan jodoh kamu Sis. “ ucap Bryan. “ Hmmm… udah yukk hari ini kita habiskan waktu berdua “ ucap Siska Mereka pun menghabiskan waktu berdua di saat hati mereka sama sama berat untuk saling melepaskan satu sama lain tapi mereka juga tidak bisa melanjutkan hubungan mereka jika harus jarak jauh. Mereka sama sama berjanji akan tetap berkomunikasi baik walau sebagai teman saja. Bagi Bryan Siska adalah wanita idaman nya tak sedikitpun niat untuk nya berpindah hati bahkan saat mereka harus mengakhiri hubungan mereka pun Bryan belum memikirkan bagaimana cara melupakan Siska ia hanya akan mencoba menerima apa yang sudah menjadi keputusan mereka berdua meskipun berat. Di hari keberangkatan Siska ke Jakarta Bryan ikut mengantarkan Siska bersama keluarga Siska ia benar-benar sedih harus berpisah dengan Siska, wanita yang sudah bersama nya beberapa tahun ini ia tak tau apakah ia bisa memberikan posisi Siska dengan wanita lain. Siska adalah cinta pertama Bryan dan Bryan adalah cinta pertama Siska. “ Jaga diri baik-baik Siska “ucap Bryan saat memeluk Siska “ Kamu juga jangan suka begadang lagi ya bey “ balas Siska “ Siska kamu jaga diri baik-baik yah di sana dan jangan lupa terus kabari Mama dan Daddy “ ucap Daddy nya “ Siska kalau ada apa-apa kembali ke sini ya nak “ ucap Mama Siska “ Kak Siska…hiks…hikss “tangis Santi yang langsung memeluk Siska “ Jangan cengeng anak kecil ! “ ucap Siska sambil menenangkan adiknya itu “ Yaudah Siska masuk dulu ya Mam,Dad “ Ucap Siska “ Bye bye see you all “ Ucap Siska sambil melambaikan tangan nya kepada Bryan,Santi,Mamanya dan Daddy nya. Siska menahan air matanya harus meninggalkan orang-orang yang ia sayang di sini  ia pun menghubungi Supir pribadi nya untuk bersiap menjemputnya di bandara. Siska tak memberitahu Papa nya bahwa hari ini ia akan terbang ke Jakarta ia ingin membuat surprise ke Papa nya  ia juga meminta supirnya untuk tidak mengatakan kepada papa nya bahwa hari ini Siska sampai di Jakarta. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD