Bab 23

1149 Words

Viola jalan terburu-buru memasuki Kafe Jason. Ia disambut oleh Randy. "Bapak ada di atas, Bu," kata Randy tanpa ditanya. Viola tersenyum."Makasih, Ran." "Sama-sama, Bu." Viola menaiki tangga dengan cepat. Tak peduli dengan sepatu yang memiliki hak. Walaupun hanya lima centi. Jason menoleh ke arah suara gemuruh kaki. "Vio...jangan buru-buru begitu."Jason menghampiri Kekasihnya itu. "Kamu enggak apa-apa, kan?" Viola memutar tubuh Jason. "Enggak apa-apa, Vio. Cuma itu aja...tadi banyak bangkai tikus di teras dan halaman. Kayaknya ini teror. Aku enggak apa-apa." Jason mengusap kepala Viola yang kini terisak."Kamu kenapa nangis?" "Sejak kehadiran aku di hidup kamu, masalah datang silih berganti, Kak. Ini semua gara-gara aku. Ini pasti ulah Naina." Viola terduduk lemas. "Kita jangan ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD