37. Kebenaran yang terungkap

2296 Words

Di sepanjang lorong rumah sakit Hawa tak henti meneteskan air matanya, tangannya ikut mendorong brankar yang di tempat Aiza, putrinya. Hatinya sangat sakit saat melihat tubuh putrinya terkapar tidak berdaya di tengah jalan, dengan darah yang menggenang di sekitarnya. Hatinya merutuki dirinya sendiri yang lalai dalam menjaga anaknya. Kini ia hanya bisa berdoa semoga putrinya baik-baik saja. “Maaf, Pak, Bu. Kalian hanya boleh mengantarkannya sampai di sini saja. Biarkan kami yang menanganinya di dalam terlebih dulu.” Hawa mengangguk, tangannya meraih tangan dokter wanita yang memakai khimar warna hijau. “ Tolong selamatkan anak saya, Dok. Tolong selamatkan dia ....” Dokter bernama Ayudhia itu mengangguk. “Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan keduanya. Bapak Ibu juga bantu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD