Setelah sila pulang kerumahnya tinggalah aku sendiri dirumah. karna hari ini aku izin tidak masuk kantor demi sila. Diruang tv akupun teringat akan apa yang telah aku dan rendi lakukan, akupun mengutuk diriku sendiri karna aku sendiri yang telah melanggar komitmen hidupku yaitu tidak akan pernah melepas milikku yang berharga kepada cowok yang belum ada ikatan pasti. Dan tidak akan mempercayai suatu hubungan dengan lelaki manapun karna kaum lelaki hanya bisa mengumbar janji manis setelah dapat maka dia akan berkhianat. Sebenarnya aku sendiripun memiliki ketakutan seperti yang terjadi pada sila saat ini. Setelah kejadian hari itu bersama rendi banyak sekali ketakutan yang timbul dalam benakku, memikirkan dampak kedepannya apa yang akan terjadi padaku pada keluargaku. Selalu itu yang terbersit dalam benakku. karna aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku juga keluarga besarku. Aku sangat taku kalo rendi akan ingkar padaku tapi dia membuktikan semua perkataannya dan bertunangan denganku. Namun masih ada ketakutan yang kurasakan karna usia perkenalan aku dan rendi terbilang sangat singkat sekali, masih banyak yang belum aku ketahui tentang dirinya.. Karna aku tidak ingin seperti kedua orangtuaku yang hampir saja bercerai karna adanya wanita lain dalam hidup papaku. Dan hal itu yang membuatku trauma dan memutuskan untuk menjomblo saja. karna pada saat itu aku berfikir kalo aku tidak butuh sosok laki laki dalam hidupku. Karna aku bisa mengandalkan diriku sendiri tuk mencari uang dan bisa menghidupi diriku sendiri.
Namun dengan hadirnya rendi bisa mengobati traumaku pada kaum lelaki karna sikap sopan santunnya, tutur bahasanya, cara bicaranya, sifatnya yang baik, dapat dipercaya. Maka dari itu akupun bisa mulai membuka diri tuk bisa menerima kaum lelaki memasuki hidupku. Karna selama aku menjadi jomblo mama selalu takut kalo aku gak mau menikah karna trauma. Hari hari selalu kubuat sibuk dengan bekerja dan berkumpul dengan teman teman saja. Jadi tidak terlalu membosankan hidupku walau tanpa cowok dalam hidupku. Namun berbeda tuk sila karna dia akan galau dan uring uringan kalo menjadi jomblo.terkadang kalo ingat sila aku selalu terkekeh geli karna dia orangnya anti mainstream banget alias unlimited hehehe...tapi gimanapun dia adalah sahabat terbaikku yang selalu ada disaat susah dan senang. Dan lamunankupun buyar karna bunyi dering ponselku dan kulihat ada panggilan masuk dari rendi " Hallo sayang, kamu lagi apa?? gimana sila?? udah periksa keklinik belum tanya rendi padaku" . Yah, sebelumnya aku sudah menceritakan hal ini kepada rendi kalo sila sedang ada masalah dan aku akan izin untuk tidak masuk kerja untuk menenangkan sila dan membantu sila tuk cari jalan keluar dari masalahnya. " aku lagi di ruang tv lagi kerjain tugas kantorku...tadi aku kirim email pada Nova untuk mengirimi pekerjaannku hari ini ke aku. kalo sila udah kuantar ke klinik dan tida langsung pulang ke rumah sila yank, karna ayahnya sila sedang sakit..kalo ayahnya tau bisa bisa masuk rumah sakit, jawabku pada rendi". "hmmm yaudah kalo gitu kamu jangan lupa makan, aku lanjut kerja dulu ya sayang..nanti sore aku pulang cepat masak yang enak ya yank". "oke jawabku " lalu rendi mematikan telponnya.