Pov Ayu “Hallo, Siang menjelang sore!” Suara gadis itu kudengar. Aku tersenyum. Seperti yang aku lihat kemarin, pembawaannya memang lugas dan ceria. “Selamat siang Mbak Asyfa Maulida Husna?” Aku sengaja menyebut nama lengkapnya. Agar dia yakin, aku adalah orang yang benar. “Ya, Bu! Dari mana ini, ya?”tanyanya dari seberang sana. “Saya ada baca CV ta’arufnya! Apa kita bisa bertemu sore ini?” tukasku memulai pembicaraan. “Loh, Ibu siapa, ya? Kenapa tiba-tiba punya CV saya?” Kudengar dia kaget. Aku sudah menduganya. Mungkin sekali kalau CV taarufnya tertukar dengan amplop lamaran. “Saya punya anak laki-laki, Mbak. Kebetulan memang sedang cari jodoh. Jam berapa bisa ketemu?”Aku langsung saja pada inti pembicaraan. Tak sabar ingin bertemu dengannya. Kalau dilihat dari CV dan pembawaa

